۞ Ψ§ΩΨ³َّΩΩΩΩΩΩΩΨ§َΩ
ُ ΨΉَΩَΩْΩΩΩΩΩΩΩُΩ
ْ
ΩَΨ±َΨْΩ
َΩΩΨ©ُ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩِ ΩَΨ¨َΨ±َΩَΨ§ΨͺُΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩُ ۞
۞ Ψ¨Ψ³ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Ψ§ΩΩّΩΩΩΩ
Ψ§ΩΨ±ّΨΩ
ٰΩ
Ψ§ΩΨ±ّΨΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
۞
-----------------------------------------------------------------------
VCO (virgin coconut oil) atau minyak kelapa murni
adalah minyak nabati yang dibuat dari buah kelapa segar, kemudian
diproses dengan suhu terkendali (dibawah 60 ⁰ C) atau tanpa pemanasan
sama sekali, tanpa bahan kimiawi dan tanpa RBD (refined, bleached, deodorized) alias tanpa disuling, diputihkan, dan dihilangkan baunya.
Proses pembuatan VCO dimulai dengan memilih buah kelapa segar, daging
kelapanya diambil untuk dibuat santan, kemudian diproses melalui
fermentasi, pendinginan, tekanan mekanis dan sentrifugal.
Energi: 3.760 kal, Protein: 0, Karbohidrat: 0, Gula: 0, Lemak: 100 g, Lemak jenuh: 92,1 g
Medium chain fatty acid (MCFA) :
Asam kaprilat: 8 g, Asam kaprat : 10 g, Asam laurat : 48 g, Asam miristat: 17 g
Long chain fatty acid (LCFA) :
Asam palmitat: 9 g, Asam stearat : 2 g, Polyunsaturated : 2,1 g
(Sumber: Muray Price, Ph.D. 2003. Terapi Minyak Kelapa).
Pembuatan VCO tidak memakai bahan kimia
apapun. Semuanya diproses secara alami. Proses pembuatan VCO adalah
modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk
dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, warnanya
bening, baunya harum, serta bila disimpan akan tahan dalam waktu yang
cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan.
Pemrosesan VCO yang seperti di atas
membuat kandungan senyawa esensial yang dibutuhkan tubuh tetap utuh. VCO
dengan kandungan utama asam laurat ini memiliki sifat antibiotik, anti bakteri dan anti jamur.
Kandungan VCO
Kandungan Nutrisi dan Asam Lemak VCO / 100 gram adalah sebagai berikut :Energi: 3.760 kal, Protein: 0, Karbohidrat: 0, Gula: 0, Lemak: 100 g, Lemak jenuh: 92,1 g
Medium chain fatty acid (MCFA) :
Asam kaprilat: 8 g, Asam kaprat : 10 g, Asam laurat : 48 g, Asam miristat: 17 g
Long chain fatty acid (LCFA) :
Asam palmitat: 9 g, Asam stearat : 2 g, Polyunsaturated : 2,1 g
(Sumber: Muray Price, Ph.D. 2003. Terapi Minyak Kelapa).
Penelitian seputar manfaat VCO untuk kesehatan
VCO (virgin coconut oil) atau minyak kelapa murni
sesungguhnya bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia. Sejak dahulu
masyarakat kita sudah terbiasa memanfaatkan VCO, baik untuk bahan
memasak maupun sebagai ramuan obat tradisional. VCO memiliki kandungan
asam laurat yang tinggi. Asam laurat merupakan asam lemak jenuh berantai sedang atau disebut juga dengan medium chain fatty acid
(MCFA). Asam lemak ini sangat mudah diserap oleh tubuh, tidak ditimbun
sebagai lemak seperti asam lemak berantai panjang. Menurut standar
internasional, VCO baru akan bermanfaat jika di dalam VCO ini terkandung
asam laurat minimal sebanyak 25 persen.
Asam laurat pertama kali ditemukan dalam minyak kelapa oleh Prof. Dr. John J Kabra, dari Department of Chemistry and Pharmacology,
Michigan State University, Amerika Serikat, tahun 1960-an. Manfaat dari
asam laurat antara lain dapat membunuh berbagai macam jenis mikroba (lipid coated microorganism).
Sifat asam laurat yang dapat melarutkan membran virus berupa lipid
sehingga akan mengganggu kekebalan virus. Hal ini akan membuat virus
bersifat inactive . Beberapa penyakit yang disebabkan oleh mikroba jenis ini seperti HIV, hepatitis C, herpes, influenza, cytomegalovirus, helicobacterpylory, dan candida. Sementara itu, asam kaprilat yang terdapat pada VCO sangat bermanfaat untuk mematikan jamur (candida) penyebab keputihan.
Meskipun minyak kelapa murni awalnya
sangat populer di Indonesia, namun kepopuleran minyak kelapa sempat
merosot setelah banyak media memberitakan sejumlah kekurangan minyak
kelapa, misalnya karena kandungan asam lemak jenuh yang cukup tinggi.
Sehingga masyarakat banyak yang beralih mengkonsumsi minyak kelapa
sawit, minyak kedelai, atau minyak jagung. Bahkan muncul anggapan salah
dari sebagian masyarakat bahwa minyak kelapa adalah penyebab penyakit jantung koroner dan stroke sehingga masyarakat kita secara sengaja menghindari minyak kelapa.
Pada kenyataannya, di Amerika Serikat
sendiri dimana warga negaranya banyak menggunakan minyak sayur dari
kelapa sawit, jumlah penderita penyakit jantung justru lumayan tinggi. Dengan demikian, argumen bahwa minyak sayur lebih aman dari pada minyak kelapa mulai dikaji ulang.
Pada sisi lain, sebuah penelitian yang
dilaksanakan oleh dr Weston A Price seorang pakar gizi dari Amerika
Serikat melaporkan bahwa konsumsi minyak kelapa tidak secara otomatis
menyebabkan penyakit jantung. Dari penelitian yang dilaksanakan di pulau
Pukapuka, New Zealand, diperoleh fakta bahwa kasus penyakit jantung
disana sangat rendah, padahal mayoritas penduduknya mengkonsumsi minyak
kelapa dalam jumlah besar, yakni sekitar 60 persen dari kalori yang
dikonsumsi secara keseluruhan.
Sementara itu penelitian di Papua
Nugini, tingkat konsumsi masyarakat disana terhadap kelapa cukup tinggi
dan menunjukkan masyarakatnya lebih langsing dan sangat jarang terkena
stroke dan penyakit jantung koroner. Pada orang yang mengkonsumsi minyak
kelapa, konsentrasi serum total kolesterol dan tekanan darah diastolic
lebih rendah dibandingkan dengan orang yang sama sekali tidak
mengonsumsi minyak kelapa.
Dr. Zainal Gani, dokter dan penulis buku Bebas Segala Penyakit Dengan VCO,
mengutarakan bahwa VCO bermanfaat menurunkan kadar gula darah. Selain
itu menurut dr. Zainal, VCO juga bermanfaat mengurangi risiko kanker.
Asam lemak jenuh rantai sedang dalam VCO dipercaya dapat bersifat
sebagai anti karsinogenik yang mampu mencegah dan memerangi agen-agen
karsinogenik pemicu timbulnya sel kanker.
Hasil penelitian dr Condrado Dayrit asal
Filipina menunjukkan bahwa asam laurat dan asam kaprat yang terkandung
di dalam VCO mampu membunuh virus. Di dalam tubuh, asam laurat diubah
menjadi monolaurin sedangkan asam kaprat berubah menjadi monokaprin.
Senyawa ini termasuk senyawa monogliserida yang bersifat sebagai
antivirus, antibakteri, antibiotik dan antiprotozoa.
Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1998 oleh American Journal of Clinical Nutrition
menunjukkan bahwa ibu menyusui yang mengkonsumsi minyak kelapa dan
produk olahannya secara signifikan kandungan asam laurat dan asam kaprat
dalam air susunya meningkat. Komposisi yang unik pada air susu ibu adalah lemaknya, terutama asam laurat, dan asam kaprat sebagai antimicrobial.
Manfaat VCO dan kewaspadaan konsumen
Sebenarnya, penelitian klinis yang
mendalam tentang manfaat VCO belum terlalu banyak, sehingga secara medis
manfaat VCO belum bisa dipertanggungjawabkan. Sampai saat ini masih
belum diketahui secara pasti mekanisme yang mendasari berbagai manfaat
VCO. Artinya, masih perlu dilakukan penelitian mendalam tentang manfaat
VCO sebelum dipastikan bahwa senyawa ini memang bermanfaat bagi
kesehatan.
Prof DR Ir Made Astawan, MS, ahli gizi
dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan, konsumsi VCO di
kalangan mayarakat dan peredaran VCO yang semakin mudah diperoleh perlu
diwaspadai. Sejauh ini penelitian manfaat VCO terhadap pengobatan
penyakit baru penelitian awal dan belum diuji klinis. Manfaatnya baru
sebatas meningkatkan stamina tubuh, mirip suplemen pangan fungsional dan
belum dikategorikan sebagai obat. Klaim produsen yang menyatakan VCO
bisa menyembuhkan beragam penyakit sebenarnya cenderung menyesatkan.
Apalagi untuk penderita penyakit tertentu seperti diabetes. Para
penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum
mengkonsumsi VCO.
Manfaat VCO secara ekonomi dibandingkan minyak kelapa biasa
VCO ini mempunyai banyak kelebihan dari
segi pembuatan dibandingkan minyak kelapa biasa atau minyak goreng
(minyak kelapa kopra). Yaitu bahwa, proses pembuatan VCO tidak
membutuhkan biaya yang mahal, karena bahan bakunya mudah didapat dengan
harga yang murah, pengolahan yang sederhana dan tidak terlalu rumit,
serta penggunaan energi yang minimal, karena tidak menggunakan bahan
bakar, sehingga kandungan kimia dan nutrisinya tetap terjaga terutama
asam lemak dalam minyak.
Bila dibandingkan dengan minyak kelapa
biasa, atau sering disebut dengan minyak goreng (minyak kelapa kopra),
minyak kelapa murni mempunyai kualitas yang lebih baik. Minyak kelapa
kopra akan berwarna kuning kecoklatan, berbau tidak harum, dan mudah
tengik, sehingga bila disimpan tidak dapat bertahan lama (kurang dari
dua bulan).
Akhirnya dari segi ekonomi, minyak kelapa murni (virgin coconut oil) mempunyai harga jual yang lebih tinggi dibanding minyak kelapa kopra. Semua itu mendorong studi tentang pembuatan dan manfaat VCO layak untuk dikembangkan.
Sumber : http://info-kesehatan.net/berbagai-manfaat-vco-untuk-kesehatan/
۞
Ψ§ΩΨΩ
Ψ―
ΩΩΩ
Ψ±Ψ¨ّ
Ψ§ΩΨΉٰΩΩ
ΩΩ
۞
-----------------------------------------------------------------------















0 komentar:
Posting Komentar
Assalamu'alaikum ......
Silahkan bila Anda ingin berkomentar. Tapi ingat ! Ada aturannya....
Janganlah mencoba berkontar tidak sopan. Okey ???